Darurat Air dan Pangan Melanda Aceh Tamiang, Warga Masih Butuh Bantuan
- Dec 17, 2025
- SALSABILA
Kutai Timur - Aceh Tamiang masih berada dalam kondisi darurat air bersih dan pangan meski telah lebih dari 20 hari pascabencana. Hingga kini, lumpur di sejumlah wilayah belum sepenuhnya surut, kayu-kayu sisa banjir masih berserakan, serta pasokan listrik dan air bersih belum kembali normal. Kondisi ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Melihat situasi tersebut, Hijabers Community Kutim berupaya menghadirkan solusi jangka menengah berupa pembangunan sumur bor lengkap di beberapa titik terdampak. Setiap lokasi membutuhkan biaya sebesar Rp9.500.000 yang mencakup pembangunan sumur, instalasi pipa, mesin air, tandon, hingga genset sebagai sumber listrik pendukung.
Selain air bersih, kebutuhan mendesak lainnya adalah makanan siap saji untuk membantu warga bertahan di tengah keterbatasan fasilitas dan akses logistik. Penggalangan donasi pun terus dibuka untuk mengajak masyarakat berpartisipasi membantu saudara-saudara di Aceh Tamiang.
Donasi dapat disalurkan melalui Bank BSI atas nama Hijabers Community Kutim, atau dengan menghubungi kontak relawan yang tertera serta memindai QR Code pada poster resmi.
Hijabers Community Kutim mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergerak bersama, karena setiap bantuan dan kebaikan yang diberikan sangat berarti bagi warga terdampak bencana.