Kim Hijabers Community Kutim Hadiri Seminar Pemkab Kutim tentang Ancaman Mikroplastik

  • Feb 15, 2025
  • Munirah

Kutai Timur – Komunitas Kim Hijabers Community Kutim turut hadir dalam seminar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui bagian Sumber Daya Alam (SDA). Acara yang berlangsung di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutai Timur ini mengusung tema Ancaman Mikroplastik Bagi Manusia dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya partikel mikroplastik yang semakin mencemari lingkungan dan berisiko bagi kesehatan manusia. Rabu 5/2/2025.

 

Menghadirkan tiga narasumber yakni, Yohanis Pasolon, SKM.,M.,AP dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur memaparkan DAMPAK PLASTIK TERHADAP KESEHATAN, selanjutnya Sugiyo, ST, M.Si memparkan SAMPAHKU TANGGUNGJAWABKU, dan Abdul Kadir Jaelani memaparkan MIKROPASTIK di PANTAI SANGATTA UTARA

Dalam seminar tersebut, Abdul Qadir Jailani, salah satu narasumber, mengungkapkan hasil risetnya yang mengejutkan mengenai pencemaran mikroplastik di wilayah Sangatta Utara. “Kami menemukan 1.102 partikel mikroplastik per kilogram sedimen pantai di kawasan tersebut. Ini bukan sekadar angka, melainkan fakta yang menunjukkan betapa seriusnya penyebaran mikroplastik di lingkungan. Partikel ini dapat masuk ke dalam rantai makanan dan akhirnya berakhir di tubuh manusia,” ujarnya.

 

Kim Hijabers Community Kutim, yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan, menyambut baik inisiatif pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai ancaman mikroplastik. “Kesadaran terhadap bahaya mikroplastik sangat penting, terutama bagi generasi muda. Kami berharap seminar ini bisa menjadi langkah awal bagi masyarakat Kutim untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ungkap salah satu perwakilan komunitas.

Seminar ini dihadiri kurang lebih 60 peserta terdiri dari pelajar, mahasiswa, umum, organisasi dan masyarakat. Sementara itu Kepala Bagian SDA Kutim, Arief Nur Wahyuni, menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam mengatasi polusi plastik.

 

Seminar ini diharapkan dapat mendorong aksi nyata dari berbagai pihak untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta meningkatkan upaya daur ulang demi menjaga kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.(19-01bn)