Mengenal Budaya Dayak, Wujud Toleransi dan Cinta Warisan Leluhur di Kutai Timur
- Jun 05, 2026
- SALSABILA
SANGATTA – Keberagaman budaya yang dimiliki Kutai Timur menjadi kekayaan daerah yang patut dijaga dan dilestarikan bersama. Salah satu warisan budaya yang hingga kini tetap hidup dan berkembang adalah budaya Suku Dayak yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Kalimantan.
Bagi masyarakat Muslim yang tinggal di Kutai Timur, mengenal budaya daerah bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama. Sebaliknya, hal tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah, adat istiadat, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Nilai toleransi yang diajarkan dalam Islam juga sejalan dengan semangat menghargai keberagaman. Rasulullah SAW telah memberikan teladan tentang pentingnya hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati di tengah perbedaan suku, budaya, maupun latar belakang masyarakat.
Mengenal budaya Dayak tidak berarti mengikuti keyakinan yang dianut oleh suatu kelompok, melainkan memahami dan menghargai tradisi yang menjadi bagian dari kekayaan bangsa. Berbagai adat istiadat, seni tari, musik tradisional, hingga upacara adat menjadi cerminan identitas masyarakat yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Di tengah arus modernisasi, generasi muda diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai agama yang diyakini. Dengan demikian, budaya tetap terjaga, sementara sikap toleransi dan persatuan semakin kuat di tengah kehidupan bermasyarakat.
Budaya adalah warisan yang harus dilestarikan, sedangkan toleransi merupakan akhlak mulia yang harus terus dipelihara. Melalui sikap saling menghormati, masyarakat Kutai Timur dapat terus hidup harmonis dalam keberagaman yang menjadi kekuatan daerah.