Taklukkan Gunung Beriun, Buktikan Perempuan Juga Mampu Menjelajah Alam Bebas
- Jun 11, 2026
- SALSABILA
Kutai Timur – Semangat dan ketangguhan ditunjukkan para perempuan yang tergabung dalam rombongan pendakian Gunung Beriun pada 29 Mei hingga 1 Juni 2026. Dari total 17 peserta pendakian, lima di antaranya merupakan perempuan turut menaklukkan jalur pendakian selama empat hari tiga malam tersebut.
Meski harus menghadapi medan yang menantang dan perjalanan panjang menuju lokasi pendakian, para pendaki perempuan mampu menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Mereka membuktikan bahwa perempuan, termasuk yang berhijab, juga mampu beraktivitas di alam bebas selama memiliki persiapan yang matang.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa tidak ada kendala khusus yang dihadapi oleh para perempuan selama pendakian. Tantangan yang dirasakan sama seperti pendaki lainnya, yakni kelelahan akibat medan yang cukup berat dan perjalanan yang panjang.
"Kalau rasa lelah tentu ada, tetapi itu hal yang biasa dalam setiap pendakian. Yang penting fisik, mental, dan perlengkapan sudah dipersiapkan dengan baik sebelum berangkat," ujarnya.
Pengalaman mendaki gunung-gunung besar sebelumnya menjadi modal penting bagi para peserta perempuan. Beberapa di antaranya diketahui pernah menaklukkan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat dan Gunung Prau di Jawa Tengah. Pengalaman tersebut membuat mereka lebih siap menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
Pendakian Gunung Beriun kali ini diinisiasi oleh Kompak Kutim bersama Beriun Karya Bakti sebagai upaya memperkenalkan potensi wisata alam Kutai Timur. Selain menikmati keindahan alam, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk membangun kebersamaan, meningkatkan kepercayaan diri perempuan, serta menginspirasi lebih banyak kaum perempuan untuk berani mencoba aktivitas positif di alam terbuka.
Para peserta menegaskan bahwa pendakian gunung bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga tentang disiplin, kerja sama, dan kemampuan mengelola diri selama perjalanan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan juga bisa berpetualang, menjaga alam, dan mencapai puncak impian mereka. Yang terpenting adalah persiapan dan tetap menjaga keselamatan," kata salah seorang pendaki.
Meski berhasil mencapai tujuan pendakian, para peserta menyoroti kondisi akses jalan menuju pintu rimba Gunung Beriun yang masih menjadi kendala utama. Bahkan rombongan harus bermalam di perjalanan karena sulitnya medan menuju lokasi pendakian.
Mereka berharap pemerintah, khususnya sektor pariwisata, dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan akses menuju Gunung Beriun agar destinasi alam tersebut semakin mudah dijangkau dan mampu menarik lebih banyak wisatawan maupun pendaki.
Keberhasilan para pendaki perempuan dalam ekspedisi ini menjadi bukti bahwa hijab bukan penghalang untuk berkarya, berprestasi, dan menjelajahi alam. Dengan semangat, persiapan, dan tekad yang kuat, perempuan mampu berdiri sejajar dalam berbagai aktivitas, termasuk menaklukkan puncak-puncak pegunungan.